Gugatan Penghapusan Merek Kurang Pihak? (421K/Pdt.Sus/2012)

Beberapa hari yang lalu ada sebuah berita tentang sebuah kasus gugatan (penghapusan) merek yang menarik perhatian saya. Berita yang muncul dalam situs detik.com ini pada intinya mengabarkan adanya sebuah perusahaan Belanda yang kalah berebut merek dengan pengusaha Yogya. Tidak jelas diulas mengapa atau bagaimana sebenarnya duduk perkara perebutan merek itu, namun intuisi pembaca wajar akan tergiring pada pencantuman kata “Belanda” dan “Yogya” yang seolah-olah berperan krusial dalam sengketa ini. Tapi apa betul begitu? Karena penasaran, maka saya putuskan untuk membaca putusan kasasi perkara tersebut (421 K/Pdt.Sus/2012).

Duduk Perkara

Duduk perkara kasus ini sebenarnya cukup sederhana. Pada bulan April 2011, sebuah perusahaan yang berkedudukan di Belanda, berkeinginan mendaftarkan merek dagangnya untuk ubin mosaik dari batu alam dengan nama: “Mosaic Miro”. Namun, dalam Daftar Umum Merek ternyata telah terdaftar merek dagang milik tergugat yang mirip, yaitu “Mosaicmiro” yang pendaftarannya telah dimohonkan sejak Oktober 2003. Oleh karena itu, penggugat kemudian mengajukan gugatan pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Penggugat mendalilkan bahwa sebagai pihak yang berkepentingan, maka dirinya menuntut dihapuskannya merek “Mosaicmiro” yang terdaftar atas nama tergugat, dengan alasan: (1) tergugat adalah pendaftar merek yang tidak beritikad baik, karena sebagai mitra usaha penggugat (hingga akhir 2003 atau awal 2004) yang memasok barang pesanan penggugat dengan nama dagang tersebut, tentu dia tahu hubungan merek itu dengan penggugat (lihat Pasal 4 UU No. 15/2001), serta (2) merek itu ternyata telah tidak digunakan tergugat dalam waktu tiga tahun berturut-turut (lihat Pasal 61 ayat (2) huruf a UU No. 15/2001). Terlepas dari adanya perbedaan mendasar antara mekanisme penghapusan (lihat Pasal 61, dst. UU No. 15/2001) dan mekanisme pembatalan (lihat Pasal 68, dst. UU No. 15/2001), namun yang jelas kedua alasan itulah yang diajukan oleh penggugat dalam kasus ini.

Tak cukup jelas apa yang menjadi dasar bantahan tergugat, namun jika dicermati permasalahan yang muncul dalam perkara kasasinya, tergugat berpendapat bahwa dirinya telah mendapatkan izin dari pemegang merek tersebut. Belum begitu jelas bagaimana duduk perkara sebenarnya, tetapi yang dimaksud oleh tergugat sebagai pemberi izin adalah mitra usaha penggugat (ketika itu), yaitu sebuah perusahaan yang juga berkedudukan di Belanda dan saham-sahamnya saat ini telah diambil alih oleh penggugat.

Putusan Pengadilan Niaga

Dalam berkas kasasi yang diajukan, dapat ditelusuri bahwa Pengadilan Niaga pada bulan Agustus 2011 menyatakan gugatan tersebut tidak dapat diterima dengan alasan: “kurang pihak dalam perkara penghapusan merek”. Pengadilan Niaga mengacu pada bantahan tergugat yang mengaku telah mendapatkan izin dari pihak ketiga yang tidak diikutsertakan dalam perkara ini.

Permohonan Kasasi 

Permohonan kasasi yang diajukan oleh penggugat pada intinya mempertanyakan putusan Pengadilan Niaga yang dinilainya tidak didasari dengan dasar alasan yang memadai, serta mengajukan kembali dalil-dalil pokoknya. Terlepas dari berdasar atau tidaknya penilaian penggugat, kalau memang mau mempermasalahkan putusan Pengadilan Niaga, tidak begitu jelas mengapa kuasa hukum penggugat tidak memfokuskan diri (terlebih dahulu) pada alasan pengadilan yang menganggap gugatan itu tidak dapat diterima, karena dianggap masih kurang pihak.

Pertama, kalau memang alasannya kurang pihak, bukankah artinya masih dapat dilengkapi dan digugat lagi? Meskipun, mungkin bisa dimengerti dalam kasus ini, kuasa hukum penggugat juga berpendapat bahwa majelis hakim tidak mempelajari berkas perkara yang diajukan dengan baik. Jadi, siapa bisa jamin pengadilan tidak akan mengeluarkan penilaian yang sama. Namun, bagaimanapun juga, perkara ini masih dapat digugat lagi. Kedua, kalaupun memang hendak diajukan permohonan kasasi, pertanyaan hukumnya seharusnya menyangkut putusan Pengadilan Niaga, yaitu pertimbangan untuk tidak menerima perkara itu. Benarkah perkara seperti ini boleh dinyatakan tidak dapat diterima karena kurang pihak?

Putusan Kasasi

Majelis kasasi tidak memberikan pertimbangan hukum yang panjang lebar, selain hanya menguatkan penilaian Pengadilan Niaga bahwa gugatan penghapusan yang diajukan masih kurang pihak, karena tidak melibatkan perusahaan yang menurut tergugat telah memberikan izin kepadanya untuk menggunakan merek tersebut. Penilaian atas hal-hal seperti ini, menurut pandangan majelis kasasi, bukan merupakan materi permohonan kasasi karena menyangkut penilaian atas fakta.

Catatan Penutup

Dalam perkara ini, karena alasan pengadilan adalah kurangnya pihak ketiga yang belum diikutsertakan, sebenarnya masih terbuka kemungkinan diajukannya lagi perkara tersebut, yaitu dengan mengajukan pihak itu dalam gugatan baru. Namun demikian, ketika tergugat mendalilkan bahwa dirinya telah mendapatkan izin dari pihak ketiga tersebut, seharusnya majelis hakim meminta pihak yang mendalilkan untuk membuktikan pernyataannya itu (lihat Pasal 163 HIR), bukan membebankannya kepada pihak lawannya. Terlepas dari hal ini, dalam perkara penghapusan merek, sesungguhnya dasar alasan tidak digunakannya merek tersebutlah yang relevan (lihat Pasal 61, dst. UU No. 15/2001), bukan masalah itikad baik pendaftar. Meski memang tidak adanya itikad baik (Pasal 4 UU No. 15/2001) dapat digunakan oleh pihak yang berkepentingan untuk membatalkan pendaftaran suatu merek tertentu, namun mekanismenya adalah pembatalan pendaftaran merek (lihat Pasal 68, dst. UU No. 15/2001). Kuasa hukum penggugat sendiri, menurut hemat kami, belum menguraikan secara jelas tuntutan konkrit dan dasar-dasar alasannya.

Tinggalkan komentar

Filed under Perdata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s